Skripsi
SEBARAN SPASIAL DAERAH RAWAN KEKERINGAN UNTUK TANAMAN PADI DI PROVINSI JAWA TIMUR SPATIAL DISTRIBUTION OF DROUGHT VULNERABLE AREA FOR RICE PLANT IN EAST JAVA
INTISARI
Sebaran Spasial Daerah Rawan Kekeringan
untuk Tanaman Padi di Provinsi Jawa Timur
Kekeringan merupakan salah satu bencana yang menimbulkan banyak dampak
negatif bagi suatu wilayah, pada daerah sektor pertanian kekeringan dapat mengurangi
hasil produksi hingga menyebabkan gagal panen. Provinsi Jawa timur merupakan salah
satu kontributor terbesar produksi padi nasional di Indonesia. Peningkatan produksi
pertanian dapat dilakukan dengan berbagai strategi mitigasi dan upaya penanganan
bencana yang bersifat preventif. Salah satu upaya tersebut adalah dengan membuat
perencanaan pengendalian dini menggunakan peta rawan kekeringan .
Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data rata-rata curah hujan
bulanan tahun 1991-2010 di 400 pos hujan dan 8 Stasiun BMKG yang dianggap
mewakili tiap kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Suhu udara pada setiap pos hujan
dihitung menggunakan pendekatan teori Lapse Rate dengan titik referensi Staklim
Karangploso, Stageof Karangkates, Stageof Tretes, Stageof Sawahan, Stamet Juanda,
Stamet Perak I, Stamet Banyuwangi, dan Stamet Kalianget selama 20 tahun periode
1991-2010. Potensi kekeringan dibuat dengan menggunakan metode pembobotan
berdasarkan penjumlahan bobot tipe iklim Oldeman dan bobot air tanah tersedia.
Berdasarkan pengolahan dan analisis data maka diperoleh hasil bahwa sebaran
kekeringan di Provinsi Jawa Timur saat terjadinya musim kemarau, kategori sangat
rawan hampir mendominasi wilayah tersebut yang puncaknya pada bulan Agustus
hingga Oktober. Memasuki musim hujan sebaran kekeringan mulai berkurang, akan
tetapi daerah pesisir pantai masih dalam kategori sangat rawan. Karakteristik wilayah
dengan kategori sangat rawan sepanjang tahun berada pada Kab. Sampang, Pamekasan,
Sumenep, Tulungagung dan sebagian pesisir utara Provinsi Jawa Timur yaitu memiliki
curah hujan paling sedikit dibanding daerah lainnya dan beriklim sangat kering.
Adapun pola pergerakan rawan kekeringan dari bulan Januari hingga Mei dengan
kategori sangat rawan umumnya disekitar pesisir utara Provinsi Jawa Timur, memasuki
bulan Juni hingga November kekeringan meluas semakin ke tengah Provinsi Jawa
Timur, kemudian di bulan Desember tingkat kekeringan aman mulai mengalami
penambahan luas wilayah ditengah Provinsi Jawa Timur.
Kata Kunci : Kekeringan, Pembobotan, Oldeman, Air Tanah Tersedia
| 201553023.1 | K 15 023 BUD s | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain