Skripsi
ANALISIS KOMPONEN ANGIN MERIDIONAL DASARIAN LAPISAN 850 MILIBAR DI RANAI SEBAGAI INDIKATOR AWAL MUSIM HUJAN DAN CURAH HUJAN DASARIAN DI JAWA, BALI DAN NUSA TENGGARA
Awal musim hujan dan curah hujan merupakan dua hal penting bagi petani untuk menentukan jadwal tanam agar hasil panen optimal. Selama ini prakiraan awal musim BMKG di dasarkan pada jumlah curah hujan dasarian dan belum memakai indikator lain. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan variabel lain yang terkait dengan curah hujan yaitu angin, sebagai indikator awal musim hujan dan curah hujan.
Data yang digunakan adalah data angin meridional reanalisis Era-Interim periode 1981-2014 dan data pengamatan rason di Ranai periode 2009-2014 lapisan 850 milibar jam 00.00 UTC serta curah hujan harian periode 1981-2013. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara angin meridional di Ranai dan curah hujan dasarian di Jawa, Bali dan Nusa tenggara. Metode statistik yang digunakan yaitu regresi logistik.
Hasil menunjukkan antara awal musim hujan di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dan awal dominasi angin meridional utara di Ranai memiliki selisih waktu berkisar 1-3 dasarian atau awal musim hujan datang lebih lambat. Selanjutnya, komponen meridional utara memberikan peluang curah hujan > 100 mm sebesar >60 %, sedangkan komponen meridional selatan memberikan peluang curah hujan < 50 mm sebesar > 60 %. Odds ratio di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara berturut-turut adalah 1.18, 1.24 and 1.25.
| 201553012.1 | K 15 012 SUP a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain