Skripsi
PEMANFAATAN CITRA SATELIT TERRA MODIS DALAM PENDUGAAN CURAH HUJAN DASARIAN DI PROVINSI BALI TERRA MODIS SATELLITE IMAGERY USE TO DETERMINE NORMALIZED MULTY-BAND DROUGHT INDEX (NMDI) IN THE PROVINCE OF BALI
INTISARI
PEMANFAATAN CITRA SATELIT TERRA MODIS UNTUK
MENENTUKAN NORMALIZED MULTY-BAND DROUGHT INDEX
(NMDI) DI PROVINSI BALI
Provinsi Bali memiliki luas wilayah sebesar 5.636,66 km2 namun hanya
memiliki 60 pos pengamatan hujan. Hal ini belum dapat mewakili pengamatn
hujan yang ada di wilayah tersebut mengingat ketentuan WMO (World
Meteorology Organization) bahwa jarak ideal setiap pos pengamatan hujan paling
jauh berjarak 10 km dari pos pengamatan hujan lainnya. Saat ini telah tersedia
teknik remote sensing dengan satelit Terra MODIS (Moderate Resolution Imaging
Spectroradiometer) yang dapat mengamati NMDI (Normalized Multy-Band
Drought Index). NMDI sendiri merupakan tingkat kekeringan tanah yang dapat
menggambarkan curah hujan di wilayah yang tidak memiliki pos pengamatan
hujan, terutama pada wilayah pertanian di Bali.
Data NMDI yang digunakan berupa grid yang mempunya resolusi sebesar
1 km. grid – grid dari data NMDI dan data curah hujan observasi yang didapat
dari pos pengamatan hujan tersebut akan dipetakan menggunakan IDW (Inverse
Distance Weighting) dan akan dibandingkan secara visual. Metode validasi yang
digunakan adalah metode korelasi sederhana dimana data NMDI dan curah hujan
observasi akan dihitung seberapa besar kedua data tersebut berkaitan. Data
penelitian yang digunakan tersebut merupakan data periode tahun 2009.
Hasil validasi dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai korelasi terkecil
terjadi di Singarata sebesar 0,01, sedangakn nilai korelasi terbesar terdapat di
Singarata sebesar 0,56. Berdasarkan nilai korelasi tersebut, maka NMDI tidak
selalu dipengaruhi oleh curah hujan disemua wilayah di Bali.
Kata Kunci : NMDI, Pos pengamatan hujan
| 201553015.1 | K 15 015 HAD p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain