Compact Disc
JURNAL PROBABILITAS PENYIMPANGAN AWAL MUSIM DAN SIFAT CURAH HUJAN TERKAIT ANOMALI SUHU MUKA LAUT PASIFIK DAN HINDIA DI BALI
Datangnya awal musim hujan dan awal musim kemarau di Bali tidaklah selalu sama
setiap tahun akibat adanya variabilitas curah hujan. Anomali suhu muka laut di samudera Pasifik
dan di samudera Hindia yang sering dikaitkan sebagai faktor yang menyebabkan variasi curah
hujan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari anomali suhu muka
laut di samudera Pasifik dan Hindia terhadap variasi awal musim dan sifat curah hujan di ZOM
Bali. Penelitian dilakukan dengan tahapan melakukan analisis anomali suhu muka laut di Pasifik
dan Hindia untuk mengidentifikasi tahun El Nino/La Nina serta Dipole Mode (+) dan Dipole
Mode (-).Selanjutnya menghitung awal musim setiap tahun serta normal musimnya dari curah
hujan dasarian. Metode Conditional Probability digunakan untuk menganalisis peluang maju dan
mundurnya awal musim terkait anomali suhu muka laut di kedua wilayah tersebut. Hasil
penelitian menunjukan ketika El Nino dan DM (+) berlangsung, secara signifikan menyebabkan
datangnya awal musim hujan di seluruh ZOM Bali menjadi lebih lambat dengan peluang ratarata 97,8%. Untuk sifat curah hujannya baik periode musim kemarau maupun musim hujan
dominan bawah normal. Ketika La Nina dan DM (-) berlangsung menyebabkan awal musim
kemarau lebih lambat dengan peluang rata-rata 67,8%. Fenomena ini juga menyebabkan sifat
curah hujan pada periode musim kemarau menjadi di atas normal.
Kata Kunci : Variabilitas, Musim, Zona Musim
| JURPDFK00003.1 | 551.6 ARD j | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain