Compact Disc
JURNAL ANALISIS TREN INDEKS CURAH HUJAN DAN PELUANG CURAH HUJAN UNTUK PENENTUAN AWAL TANAM TANAMAN PANGAN DI LAMPUNG
Provinsi Lampung adalah salah satu sentra penghasil tanaman pangan
terbesar di Indonesia, namun kondisi iklim ekstrim seperti kekeringan dapat
mengganggu produksi pertanian. Strategi mitigasi diperlukan sebagai usaha
untuk mencegah kerugian akibat bencana kekeringan. Salah satu cara adalah
dengan mengetahui kecenderungan curah hujan dan awal tanam yang tepat di
suatu wilayah. Berdasarkan hal tersebut dilakukan analisis tren indeks curah
hujan dan peluang dua dasarian kering berturut-turut dan peluang akumulasi
curah hujan forward (75 mm dan 200 mm) dan backward (500, 300, dan 100 mm)
yang dilakukan di delapan pos hujan di Lampung dengan series data dari tahun
19981-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren frekuensi hujan lebat, hari
sangat basah, hari ekstrim basah, jumlah total curah hujan, hujan maksimum
dalam 1 hari, hujan maksimum dalam 3 hari, dan hujan maksimum dalam 5 hari
menunjukkan penurunan tren, sedangkan kenaikan tren terjadi pada indeks hari
hujan dan hari tanpa hujan berturut-turut. Berdasarkan nilai peluang dua dasarian
kering berturut-turut ≤ 10% dan peluang curah hujan forward dan backward ≥
80%, awal tanam dapat dilakukan pada Nopember dasarian II di Gisting Atas,
Desember dasarian I di Bunga Mayang, Astra Ksetra, Bekri, dan Bendung
Garongan, Desember dasarian II di Pajaresuk, Desember dasarian III di Stasiun
Meteorologi Radin Inten, dan Januari dasarian III di Taman Bogo.
Kata Kunci : Tren, dua dasarian kering berturut-turut, peluang akumulasi curah
hujan forward (75 mm dan 200 mm) dan backward (500 mm, 300 mm, dan 100
mm)
| JURPDFK00026.1 | 551.6 KHA j | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain