Compact Disc
JURNAL UJI SENSITIVITAS PARAMETERISASI KUMULUS MODEL WRF-ARW (Studi Kasus Hujan Lebat di Aceh tanggal 24 Desember 2014)
Pada tanggal 24 Desember 2014 terjadi hujan lebat dengan curah hujan dalam satu harinya
mencapai 185 mm di Sabang dan 75,9 mm di Banda Aceh. Variabilitas kondisi atmosfer pada
daerah Aceh (Sabang dan Banda Aceh) yang tinggi mengakibatkan kesulitan dalam simulasi cuaca.
Maka dari pada itu dibutuhkan model cuaca skala meso yang mampu mendekati kondisi atmosfer
sesungguhnya. Salah satu model cuaca yang digunakan untuk melakukan simulasi cuaca di Sabang
dan Banda Aceh adalah model WRF-ARW. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah
dengan cara me-running (menjalankan) model WRF-ARW menggunakan 3 skema parameterisasi
kumulus yaitu Kain Fritsch (KF), Betts Miller Janjic (BMJ) dan Grell Devenyi (GD). Dari hasil
ketiga skema tersebut dilakukan verifikasi secara temporal maupun spasial untuk mendapatkan
skema parameterisasi sesuai dengan data observasinya. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa skema
parameterisasi kumulus Betts Miller Janjic (BMJ) merupakan skema yang memiliki sensitivitas
paling baik, baik untuk di wilayah Sabang maupun Banda Aceh. Hal ini dapat dilihat dari nilai
korelasi yang tinggi dan RMSEnya yang rendah serta mendekati nilai observasinya. Namun skema
tersebut kurang sensitif untuk parameter suhu udara dan kelembaban udara di wilayah Banda Aceh.
Kata kunci : Hujan lebat, WRF-ARW, parameterisasi kumulus
| JURPDFM00066.1 | 551.5 PRA j | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain