Jurnal
PENGARUH ENSO TERHADAP VARIABILITASSIKLON TROPIS DISELATAN NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) DAN DAMPAKNYA TERHADAP CURAH HUJAN DI WILAYAH NTT
Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur yang secara geografis terletak di sekitar Equator merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan tempat tumbuhnya siklon tropis (basin), sehingga perlu diwaspadai dampaknya, baik langsung maupun tak langsung dari siklon tropis yang mempengaruhi kondisi cuaca, khususnya curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengan demikian perlu dilakukan suatu kajian untuk mengetahui variabilitas siklon tropis yang telah terjadi, bagaimana pengaruh ENSO terhadap variabilitas siklon tropis tersebut, dan bagaimana pengaruh siklon tropis tersebut terhadap curah hujan di Nusa Tenggara Timur Dalam kajian ini, data curah hujan yang digunakan diwakili oleh 8 Stasiun pengamatan (Stasiun Meteorologi) di wilayah NTT yaitu Kupang, Rote, Sabu, Waingapu, Ruteng, Maumere, Larantuka, dan Alor dengan periode waktu kajian 19 tahun yaitu tahun 1996 –2014.
Analisis untuk mengetahui karakteristik siklon tropis dilakukan dengan mengklasifikasi siklon dalam jumlah, jenis, intensitas, dan waktu hidup terhadap curah hujan. Analisis dinamika atmosfer – lautan berkaitan dengan pembentukan siklon tropis dilakukan dengan mengkaji parameter-parameter : Sea Surface Temperature (SST), Vertical Wind Shear (geser angin vertikal), pola arus angin (streamline), divergensi, vortisitas, serta kelembaban udara yang masing-masing pada lapisan 850 dan 200 mb. Datadata tersebut diperoleh dari Era Interim ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts). Data siklon tropis diperoleh dari JTWC dan TCWC Australia yang meliputi data kecepatan angin maksimum, posisi, dan waktu hidup siklon. Data curah hujan diperoleh dari Stasiun Klimatologi Lasiana-Kupang-NTT. Hasil analisis menunjukan bahwa selama periode penelitian (1996-2014) total kejadian siklon tropis di selatan NTT sebanyak 113 kejadian, dengan rata-rata 6 kejadian siklon per tahun dan terdistribusi terutama pada musim dingin antara bulan November hingga April. Siklon tropis yang terjadi didominasi pada saat fase ENSO yaitu sebanyak 75 siklon. Saat fase La Nina, sebaran siklon tropis adalah yang tertinggi untuk semua klasifikasi siklon. Curah hujan di 8 Stasiun pengamatan memberikan respon yang relatif sama terhadap aktifitas siklon tropis, sedangkan kontribusi CH siklon terhadap rata-rata bulanan sepanjang tahun 1996-2014 untuk 8 stasiun (titik) pengamatan berkisar antara 2,7 – 56,3 %. Kontribusi terendah (2,7%) terjadi di Sabu pada bulan November dan tertinggi terjadi di Larantuka (56,3%) pada bulan Maret. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa ENSO berpengaruh terhadap variabilitas siklon tropis secara tidak langsung terhadap parameter-parameter siklon tropis. Analisis dinamika atmosfer-lautan menunjukan adanya proses saling terkait satu sama lainnya yang mempengaruhi pembentukan siklon tropis di selatan NTT.
| JURPDFM16208.1 | 551.5 BLE p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain