Jurnal
FENOMENA LIGHTNING DIWILAYAH JABODETABEK PADA MASA TRANSISI
Pulau Jawa yang termasuk didalamnya daerah Jabodetabek merupakan daerah dengan intensitas kejadian kilat terbesar, berdasarkan data dari NASA dengan metode pengukuran menggunakan Satelit cuaca pada tampilan LIS dan OTD. Memasuki masa transisi dengan mekanisme pembentukan awan konvektif yang cukup kuat pada saat itu, dan pertumbuhan awan terjadi saat matahari terik menjelang sore. Mekanisme konvektif terbentuk karena gaya apung yang menyebabkan percepatan vertikal membawa suatu massa udara sampai ketinggian kondensasi. Pembentukan butiran awan menjadi presipitasi terjadi melalui proses collisions dan coalescence, hal ini dapat diamati dengan menggunakan radar Doppler dengan nilai reflektivitas yang tinggi seperti pada kejadian tanggal 29 Nopember 2014, tinggi puncak awan dapat terukur pada tampilan radar pada parameter Echo Top kemudian mengalami pemisahan muatan menjadi ion positif yang lebih ringan keatas menjadi Kristal-kristal es dan ion negatif dibawa oleh butiran air menjadi endapan menuju kebawah. Proses transfer ion negatif bertemu dengan ion positif membentuk suatu fenomena yang disebut sebagai lightning.
| JURPDFM16206.1 | 551.5 SOE f | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain