Jurnal
ANALISIS KEJADIAN HUJAN LEBAT MENGGUNAKAN RADAR EEC DI KOTA SORONG (Studi Kasus Banjir Tanggal 17 Juni 2015)
Banjir merupakan dampak dari bencana alam yang salah satu penyebab utamanya dapat berasal dari faktor cuaca. Dikaji dari faktor meteorologi, banjir dapat disebabkan karena terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dan durasi yang cukup lama. Bencana banjir yang terjadi pada bulan 17 Juni 2015 telah merendam Sebagian kota, tiga kecamatan dan beberapa tempat tinggal warga di Sorong-Papua Barat. Pengamatan curah hujan dari stasiun pengamatan menunjukkan data curah hujan tidak mencapai nilai yang signifikan untuk menimbulkan terjadinya kejadian banjir pada saat itu di sejumlah lokasi tersebut, berdasarkan acuan kategori intensitas hujan dari BMKG, curah hujan >100 mm/hari termasuk dalam kategori hujan sangat lebat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian hujan sangat lebat tanggal 17 Juni 2015 yang mengakibatkan banjir di Sorong, merupakan kombinasi dari beberapa gangguan cuaca dalam skala regional. Adanya aliran monsun Australia dan fenomena system cuaca skala meso yang terjadi oleh faktor topografi di Papua Barat mengakibatkan terjadinya konvektif kuat pada level rendah di wilayah tersebut.
| JURPDFM16202.1 | 551.5 SAN a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain